Rabu, 16 Oktober 2013

Tugas Diri Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Assalaamualaikum wr. wb.
            Pada minggu kali ini saya akan membuat sebuah tulisan mengenai Tugas Diri Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat.

Banyak para ahil telah memberikan pengertian tentang masyarakat. Smith, Stanley dan Shores mendefinisikan masyarakat sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berfikir tentatang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda. (Smith, Stanley, Shores, 1950, p. 5).

Dari pengertian tersebu perlu diperhatikan yaitu bahwa masyarakat itu kelompok yang terorganisasi dari kelompok-kelompok individu dan pengertian dari kelompok individu sendiri  bias diartikan lagi sebagai keluarga, karena keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu. Di awal judul yaitu kita akan membahas tentang sesuatu yang mengenai tugas diri sebagai individu, keluarga, dan masyarakat. Maka saya akan memberikan pengertian nya satu persatu.

                Yang pertama adalah tugas diri sendiri sebagai individu yaitu adalah tugas kita bagaimana kita dapat menjadikan diri kita sebagai individu yang memiliki karakter uswatun hasanah dengan menjadikan diri kita agar bermanfaat untuk orang lain dan patut dicontoh orang lain. Ini lah salah satu cara kita bersyukur kepada Allah Karena kita telah diberi kesempatan hidup didunia, makanya kita harus menjadikan diri kita sebagai individu yang baik dan sehat dari sisi jasmani dan rohani dengan landasan yang kuat yaitu kitab suci Al-quran dah sunnah nabi, kalau kita tidak berpegang teguh kepada kedua nya maka kita akan jauh deh dari itu.
            Kemudian yang kedua setelah tugas diri sebagai individu, yaitu tugas diri sebagai keluarga adalah tugas kita bagaimana kita dapat berbuat yang terbaik untuk keluarga, salah satu nya yang terpenting adalah bagaimana kita dapat membahagiakan orang tua kita, yaa salah satunya dengan menjadi anak yang sholeh, belajar yang benar, tidak pernah membantah orang tua dll. Dan juga harus berhubungan yang baik dengan saudara-saudara seperti kakak dan adik.  Dan dengan tidak memutuskan tali silaturahim antara keluarga –keluarga yang jauh yang bukan saudara kandung.
            Dan yang terakhir adalah bagaimana tugas diri sebagai masyarakat. Yaitu adalah tugas kita bagaimana kita dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat seperti dengan tetangga, kerabat, teman, dll. Karena setiap manusia tidak mungkin dapat hidup secara individual. Perlu diketahui manusia adalah mahkluk yang lemah maka dari itu kita sebagai individu harus dapat berinteraksi dengan individu-individu lainnya, karena pada dasarnya manusia adalah mahkluk yang hidup bersama-sama.
            Mungkin ini saja bu yang dapat saya sampaikan mengenai tugas diri sebagai individu, keluarga, dan masyarakat. Kurang lebihnya saya minta maaf.

Syukron wassalaamualaikum wr. wb.

Rabu, 09 Oktober 2013

[i]PENDUDUK DAN PERMASALAHANNYA
Jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat terbesar di dunia. Tingkat pertumbuhan penduduknya juga tinggi. Sebenarnya jumlah penduduk yang besar bukanlah suatu masalah, sebab apabila semua penduduknya memiliki kualitas SDM yang baik maka justru akan memberikan kontribusi kepada negara. Masalah kependudukan di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Masalah Penduduk yang Bersifat Kuantitatif

a. Jumlah Penduduk Besar
Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subjek dan objek pembangunan.
Manfaat jumlah penduduk yang besar:
1) Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
2) Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.

Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk besar, yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
1) Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya pemukiman kumuh.
2) Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta untuk mengatasi masalah ini.


b. Pertumbuhan Penduduk Cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 – 1971 pertumbuhan penduduk sebesar 2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990 sebesar 1,98% pertahun, dan periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun. Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga. Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil.Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.

Dua tujuan pokok Program Keluarga Berencana yaitu:
a. Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan peningkatan  produksi
b. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera
c. Persebaran Penduduk Tidak Merata

Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antarpulau, provinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi, yaitu tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi Akibat dari tidak meratanya penduduk, yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu
saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena pulau Jawa:
• Sebagai pusat pemerintahan.
• Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
• Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia
lapangan kerja.
• Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
• Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar
Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas.
Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
• Munculnya permukiman liar.
• Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik
oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.
• Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.
• Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran, dan lain-lain.
Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk
meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.

Upaya-upaya tersebut adalah:
• Pemerataan pembangunan.
• Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan
daerah pedesaan.
• Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan
alamnya.
Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan. Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi.
Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
- Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
- Peningkatan taraf hidup transmigran.
- Pengolahan sumber daya alam.
- Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
- Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
- Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
- Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Persebaran yang tidak merata berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah yang padat penduduknya terjadi exploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga terganggulah keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk dari berkurangnya luas hutan adalah:
o terjadi banjir karena peresapan air
hujan oleh hutan berkurang.
o terjadi kekeringan.
o tanah sekitar hutan menjadi tandus
karena erosi.


2. Masalah Penduduk yang Bersifat Kualitatif

a. Tingkat Kesehatan Penduduk yang rendah
Meskipun telah mengalami perbaikan, tetapi kualitas kesehatan penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Indikator untuk melihat kualitas kesehatan penduduk adalah dengan melihat:
1) Angka Kematian
2) Angka Harapan Hidup
Angka kematian yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar kesehatan.

b. Tingkat Pendidikan yang Rendah
Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi. Kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi (sarjana) tetapi menganggur. Keadaan demikian tentu sangat memprihatinkan. Orang yang menganggur menjadi beban bagi orang lain (keluarganya). Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.


c. Tingkat Kemakmuran yang Rendah
Meskipun tidak termasuk negara miskin, jumlah penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan cukup besar. Sebanyak 37,5 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan menurut standard yang ditetapkan PBB. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM.
Maka apakah pemerintahan sekarang dapat mengubah ini semua?
Tidak usah menunggu kebijakan kepemerintahan karena sebenarnya yang ditunggu oleh bangsa kita adalah kita yaitu anak-anak bangsa yang akan menjadi kader penerus bangsa.
Amiiin




[i]Dikutip dari sumber  http://handikap60.blogspot.comgunadarma.ac.id

Selasa, 08 Oktober 2013

Tentang Pribadi  Diri Saya

Nama saya Alfatha FItrah Insan, saya anak pertama dari tiga bersaudara. Saya lahir pada tanggal 9 Maret 1995, dan saya sekarang berumur 18 tahun. Saya tinggal di   Bekasi yaitu di jalan permata permai 4 Perumahan Permata Bekasi 1 blik. I no.3. Saya pernah bersekolah di TK Qurratul Uyyun tahun 1999-2000, di SD Muhammadiyah 2000-2002, SD Ananda 2002-2006, kemudian ketika SMP saya pindah sekolah ke Jawa Timur yaitu di kota Ponorogo. Saya sekolah di Pondok Pesantren Modern Darussalaam Gontor hingga tamat SMA. Ketika saya mendaftarkan diri menjadi calon pelajar di Gontor atau jadi calon pelajar disana, saya mendapat beberapa kesulitan kesulitan . Pertama karena sebelumnya saya bersekolah di SD Ananda  yang mana sekolah tersebut  adalah sekolah yayasan Budha, jadi ilmu agama  saya seperti membaca Al-qru’an hafalan do’a-do’a dan lain-lain nya masih sangatlah minim dan kurang . Oleh karena itu saya ketika saya menjadi calon pelajar di Gontor saya harus memulainya dari awal, saya memulai dari Iqro 1 dll.
Saya lulus dari Gontor tahun 2012 dan ketika lulus saya dipercayai bapak pimpinan menerima amanat untuk menjadi guru di Pondok Pesantren Gontor 5 Darul Mutaqin Banyuwangi, saya disana mengajar tingkat SMA nya , dan saya mengajar bemacam-macam pelajaran seperti, Grammar, Nahwu, Tauhid, Hadits, Mahfudzot, FIqh, Tarikh Adab, Al-imla,Tajwid, dan Matematika . Dan juga disana saya dipercaya untuk menjadi staff Darul Muttaqin Computer Center and Data Center dan menjadi wakil wali kelas anak kelas 1 SMA.
Saya mengajar hanya 1 tahun kemudian saya keluar dan ingin melanjutkan study saya ke jenjang yang lebih tinggi . saya mendaftar hanya ke 2 PTN, yaitu UI dan UIN Syaruf Hidayatullah Ciputat . tetepi saya tidak diterima di UI  dan diterima di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat .  akan tetapi karena saya mendapat jurusan Pendidikan Bahasa Arab nya maka saya tidak ambil, saya kemudian mendaftar di UMB-PT dan dapat di Universitas Gunadarma di Teknik Informatika nya.
Dari segi kemampuan mungkin saya tertinggal dari teman teman sekelas masalah pelajaran-pelajaran seperti Fisika, Kimia, dan tentang computer pun saya masih kurang dibandingkan teman-teman saya , maka dari itu inilah PR besar bagi saya untuk mengejar semua kekurangan yang saya miliki.

Kalau kelebihan saya mungkin hanya sedikit , mungkin untuk masalah agam saya sedikit lebih paham dibandingkan teman-teman, saya juga bisa bahasa Arab, dan sudah punya pengalaman menjadi guru.    gunadarma.ac.id

Minggu, 15 September 2013

Tahukah anda ternyata dibalik aneka ragam alat alat kecantikan seperti kosmetik dll.
ternyata dapat beakibat buruk apabila kita tidak memperhatikan hal hal berikut :





  1.  yang pertama adalah tidak pernah mencuci kuas make up, ini sangatlah jelas karena masing-masing dari kita harus dapat menjaga kebersihan terutama pada alat yang satu ini karena pastinya alat ini tidak akan leas dari yang namanya kosmetik yang terbuat dari bahan2 kimia
  2.  kemudian adalah yang sangat haus kita hindari adalah meminjam lipstik dan make up mata, ini dkarenakan menurut penelitian dokter dapat dinyatakan bahwa pada mulut dan daerah seitar mata terdapat banyak bakteri yang dapat menular 
  3. yang ketiga adlah memakai atau mengunakan kosmetik kadaluarsa, oleh karena itu kta harus cermat dalam memilih dan menggunakan kosmeti karena apabila sudah kadaluarsa maka dapat berakibat buruk pada wajah kita
  4. menggunakan eyeliner didalam garis bulu mata
  5. melakukan spa ikan ditempat tidak higenis, karena sebelum ita hendak melakukan spa ikan maka kita harus menanyakan kehigenisan tempat tersebut, karena yang namanya kaki dapat dikatakan salah satu tubuh kita yang paling aktif berinteraksi dengan lingkungan ,wajar saja apabila pada kaki kita terdapat banyak kuman dan bakteri, dan apalagi apabila kaki kita sedang dalam kondisi terluka, ini sangatlah berbahaya apabila kita melakukuan spa ikan, karena air dapat menjadi perantara dalam penularn bakteri dan ikan yang dijadikas spa pun juga dapat menjadi perantara..maka tidak ada salahnay klo kita menanyakan kehigenisan tempat yang akan kita gunakan untuk spa , demi keselamatan anda dan juga keselamatan kita bersama...
mungkn ini saja yang dapat saya sampaikan semoga ber manfaat..amiin

wassalaamualaikum warahmatullahi wabaarakaatuhu :)


Senin, 27 Mei 2013

 

Kadang kala kita sangat merasa bingung bilamana kita kita tidak dapat lepas dari maksiat yang terus terusa kita kerjakan, Berikut ini beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan:

1. Anggaplah besar dosamu

Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu 'anhu berkata,”Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.”

2. Janganlah meremehkan dosa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,"Janganlah kamu meremehkan dosa, seperti kaum yang singgah di perut lembah. Lalu seseorang datang membawa ranting dan seorang lainnya lagi datang membawa ranting sehingga mereka dapat menanak roti mereka. Kapan saja orang yang melakukan suatu dosa menganggap remeh suatu dosa, maka itu akan membinasakannya.” (Ahmad dengan sanad yang shahih)

3. Janganlah mujaharah (menceritakan dosa)

Rasulullah bersabda,”Semua umatku dimaafkan kecuali mujahirun (orang yang berterus terang). Termasuk Mujaharah ialah seseorang yang melakukan suatu amal (keburukan) pada malam hari kemuadian pada pagi harinya ia membeberkannya, padahal Allah telah menutupinya, ia berkata, ‘Wahai fulan, tadi malam aku telah melakukan demikian'. Pada malam hari Tuhannya telah menutupi kesalahannya tetapi pada pagi harinya ia membuka tabir Allah yang menutupinya.” (Bukhari dan Muslim)

4. Taubat Nasuha yang tulus

Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,” Allah lebih bergembira dengan taubat hamba-Nya tatkala bertaubat daripada seorang di antara kamu yang berada di atas kendaraannya di padng pasir yang tandus. Kemudian kendaraan itu hilang darinya, padahal di atas kendaraan itu terdapat makanan dan minumannya. Ia sedih kehilangan hal itu, lalu ia menuju pohon dan tidur dibawah naungannya dalam keadaan bersedih terhadap kendaraannya. Saat ia dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba kendaraannya muncul didekatnya, lalu ia mengambil tali kendalinya. Kemudian ia berkata, karena sangat bergembira,”Ya Allah Engkau adalah hambaku dan aku adalah Tuhanmu”. Ia salah ucap karena sangat bergembira." (Bukhari-Muslim)

5. Jika dosa berulang, maka Ulangilah bertaubat

Ali bin Abi thalib radhiyallahu ‘anhu berkata,”Sebaik-baik kalian adalah setiap orang yang diuji (dengan dosa) lagi bertaubat.” Ditanyakan,”Jika ia mengulangi lagi?” Ia menjawab.”Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat.” Ditanyakan,”Jika ia kembali berbuat dosa?” Ia menjawab,”Ia beristighfar kepada Allah dan bertaubat,” Ditanyakan ,”Sampai kapan?” Dia menjawab,”Sampai setan berputus asa.”

6. Jauhi faktor-faktor penyebab kemaksiatan
Orang yang bertaubat harus menjauhi situasi dan kondisi yang biasa ia temui pada saat melakukan kemaksiatan serta menjauhi darinya secara keseluruhan dan sibuk dengan selainnya.

7. Senantiasa beristighfar
Saat-saat beristighfar:
a. Ketika melakukan dosa
b. Setelah melakukan ketaatan
c. Dalam dzikir-dzikir rutin harian
d. Senantiasa beristighfar setiap saat
Rasulullah beristighfar kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali (dalam riwayat lain 100 kali)

8. Apakah anda berjanji kepada Allah untuk meninggalkan kemaksiatan?
Tidak ada bedanya antara orang yang berjanji kepada Allah (berupa nadzar atas tebusan dosa yang dilakukannya) dengan orang yang tidak melakukannya. Karena yang menyebabkan dirinya terjerumus ke dalam kemaksiatan tidak lain hanyalah karena panggilan syahwat (hawa nafsu) lebih mendominasi daripada panggilan iman. Janji tersebut tidak dapat melakukan apa-apa dan tidak berguna.

9. Melakukan kebajikan setelah keburukan
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,”Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, dan iringilah keburukan dengan kebaijkan maka kebajikan itu akan menghapus keburukan tersebut, serta perlakukanlah manusia dengan akhlak yang baik." (Ahmad dan Tirmidzi)

10. Merealisasikan Tauhid
Rasulullah besabda,”Allah ‘Azza wa jalla berfirman.”Barangsiapa yang melakukan kebajikan maka ia mendapatkan pahala sepuluh kebajikan dan Aku tambah dan barangsiapa yang melakukan keburukan, maka balasannya satu keburukan yang sama, atau diampuni dosanya. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepadanya sehasta dan barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa, barangsiapa yang datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang menemui-Ku dengan dosa sepenuh bumi tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku menemuinya dengan maghfirah (ampunan) yang sama.” (Muslim-Ahmad)

11. Jangan berpisah dengan orang-orang yang baik
a. Persahabatan dengan orang-orang baik adalah amal shalih.
b. Mencintai orang-orang shalih menyebabkan seseorang bersama mereka, walaupun ia tidak mencapai kedudukan mereka dalam amal.

c. Manusia itu ada 3 golongan:
1. Golongan yang membawa dirinya dengan kendali takwa dan mencegahnya dari kemaksiatan. Inilah golongan terbaik.
2. Golongan yang melakukan kemaksiatan dalam keadaan takut dan menyesal. Ia merasa dirinya berada dalam bahaya yang besar, dan ia berharap suatu hai dapat berpisah dari kemaksiatan tersebut.
3. Golongan yang mencari kemaksiatan, bergembira dengannya dan menyesal karena kehilangan hal itu.

d. Penyesalan dan penderitaan karena melakukan kemaksiatan hanya dapat dipetik dari persahabatan yang baik.
e. Tidak ada alas an untuk berpisah dengan orang-orang yang baik.

12. Jangan tinggalkan Da’wah
Said bin Jubair berkata,”Sekiranya seseorang tidak boleh menyuruh kebajikan dan mencegah kemungkaran sehingga tidak ada dalam dirinya sesuatu (kesalahan) pun, maka tidak ada seorang pun yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran." Imam Malik berkomentar, " Ia benar. Siapakah yang pada dirinya tidak ada sesuatupun (kesalahan)."

13. Jangan cela orang lain karena perbuatan dosanya
Rasulullah menceritakan kepada para sahabat bahwasanya seseorang berkata,"Demi Allah, Allah tidak akan mengampuni si fulan." Allah berfirman,"Siapakah yang bersumpah atas nama-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan? Sesungguhnya Aku telah mengampuni dosanya dan Aku telah menghapus amalmu." (Muslim)

Diringkas dari kitab Sabiilun Najah min Syu'mil Ma'shiyyah (13 Penawar Racun Kemaksiatan) karya Muhammad bin Abdullah Ad-Duwaisy                                                                                           

 

Copyright @ 2013 My Mind.