Rabu, 16 Oktober 2013

Tugas Diri Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat

Assalaamualaikum wr. wb.
            Pada minggu kali ini saya akan membuat sebuah tulisan mengenai Tugas Diri Sebagai Individu, Keluarga, dan Masyarakat.

Banyak para ahil telah memberikan pengertian tentang masyarakat. Smith, Stanley dan Shores mendefinisikan masyarakat sebagai suatu kelompok individu-individu yang terorganisasi serta berfikir tentatang diri mereka sendiri sebagai suatu kelompok yang berbeda. (Smith, Stanley, Shores, 1950, p. 5).

Dari pengertian tersebu perlu diperhatikan yaitu bahwa masyarakat itu kelompok yang terorganisasi dari kelompok-kelompok individu dan pengertian dari kelompok individu sendiri  bias diartikan lagi sebagai keluarga, karena keluarga adalah suatu kelompok yang terdiri dari beberapa individu. Di awal judul yaitu kita akan membahas tentang sesuatu yang mengenai tugas diri sebagai individu, keluarga, dan masyarakat. Maka saya akan memberikan pengertian nya satu persatu.

                Yang pertama adalah tugas diri sendiri sebagai individu yaitu adalah tugas kita bagaimana kita dapat menjadikan diri kita sebagai individu yang memiliki karakter uswatun hasanah dengan menjadikan diri kita agar bermanfaat untuk orang lain dan patut dicontoh orang lain. Ini lah salah satu cara kita bersyukur kepada Allah Karena kita telah diberi kesempatan hidup didunia, makanya kita harus menjadikan diri kita sebagai individu yang baik dan sehat dari sisi jasmani dan rohani dengan landasan yang kuat yaitu kitab suci Al-quran dah sunnah nabi, kalau kita tidak berpegang teguh kepada kedua nya maka kita akan jauh deh dari itu.
            Kemudian yang kedua setelah tugas diri sebagai individu, yaitu tugas diri sebagai keluarga adalah tugas kita bagaimana kita dapat berbuat yang terbaik untuk keluarga, salah satu nya yang terpenting adalah bagaimana kita dapat membahagiakan orang tua kita, yaa salah satunya dengan menjadi anak yang sholeh, belajar yang benar, tidak pernah membantah orang tua dll. Dan juga harus berhubungan yang baik dengan saudara-saudara seperti kakak dan adik.  Dan dengan tidak memutuskan tali silaturahim antara keluarga –keluarga yang jauh yang bukan saudara kandung.
            Dan yang terakhir adalah bagaimana tugas diri sebagai masyarakat. Yaitu adalah tugas kita bagaimana kita dapat berinteraksi dan bersosialisasi dengan baik dengan masyarakat seperti dengan tetangga, kerabat, teman, dll. Karena setiap manusia tidak mungkin dapat hidup secara individual. Perlu diketahui manusia adalah mahkluk yang lemah maka dari itu kita sebagai individu harus dapat berinteraksi dengan individu-individu lainnya, karena pada dasarnya manusia adalah mahkluk yang hidup bersama-sama.
            Mungkin ini saja bu yang dapat saya sampaikan mengenai tugas diri sebagai individu, keluarga, dan masyarakat. Kurang lebihnya saya minta maaf.

Syukron wassalaamualaikum wr. wb.

Rabu, 09 Oktober 2013

[i]PENDUDUK DAN PERMASALAHANNYA
Jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat terbesar di dunia. Tingkat pertumbuhan penduduknya juga tinggi. Sebenarnya jumlah penduduk yang besar bukanlah suatu masalah, sebab apabila semua penduduknya memiliki kualitas SDM yang baik maka justru akan memberikan kontribusi kepada negara. Masalah kependudukan di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Masalah Penduduk yang Bersifat Kuantitatif

a. Jumlah Penduduk Besar
Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan pembangunan karena menjadi subjek dan objek pembangunan.
Manfaat jumlah penduduk yang besar:
1) Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
2) Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.

Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk besar, yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
1) Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya pemukiman kumuh.
2) Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor swasta untuk mengatasi masalah ini.


b. Pertumbuhan Penduduk Cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun ada kecenderungan menurun. Antara tahun 1961 – 1971 pertumbuhan penduduk sebesar 2,1 % pertahun, tahun 1971 – 1980 sebesar 2,32% pertahun, tahun 1980 – 1990 sebesar 1,98% pertahun, dan periode 1990 – 2000 sebesar 1,6% pertahun. Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga. Dalam program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau merupakan keluarga kecil.Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga sejahtera.

Dua tujuan pokok Program Keluarga Berencana yaitu:
a. Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi kemampuan peningkatan  produksi
b. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera
c. Persebaran Penduduk Tidak Merata

Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antarpulau, provinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan. Pulau Jawa dan Madura yang luasnya hanya ±7% dari seluruh wilayah daratan Indonesia, dihuni lebih kurang 60% penduduk Indonesia Perkembangan kepadatan penduduk di Pulau Jawa dan Madura tergolong tinggi, yaitu tahun 1980 sebesar 690 jiwa tiap-tiap kilometer persegi, tahun 1990 menjadi 814 jiwa dan tahun 1998 menjadi 938 jiwa per kilo meter persegi Akibat dari tidak meratanya penduduk, yaitu luas lahan pertanian di Jawa semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri. Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan begitu
saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan pertahanan keamanan negara.

Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya tingkat migrasi ke pulau Jawa, antara lain karena pulau Jawa:
• Sebagai pusat pemerintahan.
• Sebagian besar tanahnya merupakan tanah vulkanis yang subur.
• Merupakan pusat kegiatan ekonomi dan industri sehingga banyak tersedia
lapangan kerja.
• Tersedia berbagai jenjang dan jenis pendidikan.
• Memiliki sarana komunikasi yang baik dan lancar
Persebaran penduduk antara kota dan desa juga mengalami ketidakseimbangan. Perpindahan penduduk dari desa ke kota di Indonesia terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. Urbanisasi yang terus terjadi menyebabkan terjadinya pemusatan penduduk di kota yang luas wilayahnya terbatas.
Pemusatan penduduk di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Medan dan kota-kota besar lainnya dapat menimbulkan dampak buruk terhadap lingkungan hidup seperti:
• Munculnya permukiman liar.
• Sungai-sungai tercemar karena dijadikan tempat pembuangan sampah baik
oleh masyarakat maupun dari pabrik-pabrik industri.
• Terjadinya pencemaran udara dari asap kendaraan dan industri.
• Timbulnya berbagai masalah sosial seperti perampokan, pelacuran, dan lain-lain.
Oleh karena dampak yang dirasakan cukup besar maka perlu ada upaya untuk
meratakan penyebaran penduduk di tiap-tiap daerah.

Upaya-upaya tersebut adalah:
• Pemerataan pembangunan.
• Penciptaan lapangan kerja di daerah-daerah yang jarang penduduknya dan
daerah pedesaan.
• Pemberian penyuluhan terhadap masyarakat tentang pengelolaan lingkungan
alamnya.
Selain di Jawa ketimpangan persebaran penduduk terjadi di Irian Jaya dan Kalimantan. Luas wilayah Irian Jaya 21,99% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 0,92% dari seluruh penduduk Indonesia. Pulau Kalimantan luasnya 28,11% dari luas Indonesia, tetapi jumlah penduduknya hanya 5% dari jumlah penduduk Indonesia. Untuk mengatasi persebaran penduduk yang tidak merata dilaksanakan program transmigarasi.
Tujuan pelaksanaan transmigrasi yaitu:
- Meratakan persebaran penduduk di Indonesia.
- Peningkatan taraf hidup transmigran.
- Pengolahan sumber daya alam.
- Pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
- Menyediakan lapangan kerja bagi transmigran.
- Meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa.
- Meningkatkan pertahanan dan kemananan wilayah Indonesia.
Persebaran yang tidak merata berpengaruh terhadap lingkungan hidup. Daerah-daerah yang padat penduduknya terjadi exploitasi sumber alam secara berlebihan sehingga terganggulah keseimbangan alam. Sebagai contoh adalah hutan yang terus menyusut karena ditebang untuk dijadikan lahan pertanian maupun pemukiman. Dampak buruk dari berkurangnya luas hutan adalah:
o terjadi banjir karena peresapan air
hujan oleh hutan berkurang.
o terjadi kekeringan.
o tanah sekitar hutan menjadi tandus
karena erosi.


2. Masalah Penduduk yang Bersifat Kualitatif

a. Tingkat Kesehatan Penduduk yang rendah
Meskipun telah mengalami perbaikan, tetapi kualitas kesehatan penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Indikator untuk melihat kualitas kesehatan penduduk adalah dengan melihat:
1) Angka Kematian
2) Angka Harapan Hidup
Angka kematian yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang rendah. Angka harapan hidup yang tinggi menunjukkan tingkat kesehatan penduduk yang baik. Kualitas kesehatan penduduk tidak dapat dilepaskan dari pendapatan penduduk. Semakin tinggi pendapatan penduduk maka pengeluaran untuk membeli pelayanan kesehatan semakin tinggi. Penduduk yang pendapatannya tinggi dapat menikmati kualitas makanan yang memenuhi standar kesehatan.

b. Tingkat Pendidikan yang Rendah
Tingkat pendidikan bukanlah satu-satunya indikator untuk mengukur kualitas SDM penduduk suatu negara. Kualitas SDM berhubungan dengan produktivitas kerja. Orang yang tingkat pendidikannya tinggi diharapkan punya produktivitas yang tinggi. Kenyataan yang terjadi di Indonesia adalah banyak orang berpendidikan tinggi (sarjana) tetapi menganggur. Keadaan demikian tentu sangat memprihatinkan. Orang yang menganggur menjadi beban bagi orang lain (keluarganya). Tingkat pendidikan diharapkan berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan. Sehingga pembangunan dalam bidang pendidikan yang dilakukan oleh pemerintah membawa dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan penduduk.


c. Tingkat Kemakmuran yang Rendah
Meskipun tidak termasuk negara miskin, jumlah penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan cukup besar. Sebanyak 37,5 juta penduduk Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan menurut standard yang ditetapkan PBB. Kemakmuran berbanding lurus dengan kualitas SDM.
Maka apakah pemerintahan sekarang dapat mengubah ini semua?
Tidak usah menunggu kebijakan kepemerintahan karena sebenarnya yang ditunggu oleh bangsa kita adalah kita yaitu anak-anak bangsa yang akan menjadi kader penerus bangsa.
Amiiin




[i]Dikutip dari sumber  http://handikap60.blogspot.comgunadarma.ac.id

Selasa, 08 Oktober 2013

Tentang Pribadi  Diri Saya

Nama saya Alfatha FItrah Insan, saya anak pertama dari tiga bersaudara. Saya lahir pada tanggal 9 Maret 1995, dan saya sekarang berumur 18 tahun. Saya tinggal di   Bekasi yaitu di jalan permata permai 4 Perumahan Permata Bekasi 1 blik. I no.3. Saya pernah bersekolah di TK Qurratul Uyyun tahun 1999-2000, di SD Muhammadiyah 2000-2002, SD Ananda 2002-2006, kemudian ketika SMP saya pindah sekolah ke Jawa Timur yaitu di kota Ponorogo. Saya sekolah di Pondok Pesantren Modern Darussalaam Gontor hingga tamat SMA. Ketika saya mendaftarkan diri menjadi calon pelajar di Gontor atau jadi calon pelajar disana, saya mendapat beberapa kesulitan kesulitan . Pertama karena sebelumnya saya bersekolah di SD Ananda  yang mana sekolah tersebut  adalah sekolah yayasan Budha, jadi ilmu agama  saya seperti membaca Al-qru’an hafalan do’a-do’a dan lain-lain nya masih sangatlah minim dan kurang . Oleh karena itu saya ketika saya menjadi calon pelajar di Gontor saya harus memulainya dari awal, saya memulai dari Iqro 1 dll.
Saya lulus dari Gontor tahun 2012 dan ketika lulus saya dipercayai bapak pimpinan menerima amanat untuk menjadi guru di Pondok Pesantren Gontor 5 Darul Mutaqin Banyuwangi, saya disana mengajar tingkat SMA nya , dan saya mengajar bemacam-macam pelajaran seperti, Grammar, Nahwu, Tauhid, Hadits, Mahfudzot, FIqh, Tarikh Adab, Al-imla,Tajwid, dan Matematika . Dan juga disana saya dipercaya untuk menjadi staff Darul Muttaqin Computer Center and Data Center dan menjadi wakil wali kelas anak kelas 1 SMA.
Saya mengajar hanya 1 tahun kemudian saya keluar dan ingin melanjutkan study saya ke jenjang yang lebih tinggi . saya mendaftar hanya ke 2 PTN, yaitu UI dan UIN Syaruf Hidayatullah Ciputat . tetepi saya tidak diterima di UI  dan diterima di UIN Syarif Hidayatullah Ciputat .  akan tetapi karena saya mendapat jurusan Pendidikan Bahasa Arab nya maka saya tidak ambil, saya kemudian mendaftar di UMB-PT dan dapat di Universitas Gunadarma di Teknik Informatika nya.
Dari segi kemampuan mungkin saya tertinggal dari teman teman sekelas masalah pelajaran-pelajaran seperti Fisika, Kimia, dan tentang computer pun saya masih kurang dibandingkan teman-teman saya , maka dari itu inilah PR besar bagi saya untuk mengejar semua kekurangan yang saya miliki.

Kalau kelebihan saya mungkin hanya sedikit , mungkin untuk masalah agam saya sedikit lebih paham dibandingkan teman-teman, saya juga bisa bahasa Arab, dan sudah punya pengalaman menjadi guru.    gunadarma.ac.id

 

Copyright @ 2013 My Mind.